Minggu, 09 Januari 2022

MEMANIPULASI ARRAY PADA PHP

 MEMANIPULASI ARRAY PADA PHP



count()

Fungsi count() digunakan untuk menghitung jumlah array secara keseluruhan, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo count($buah) // 3

implode()

Fungsi implode() ialah menjadikan nilai array menjadi string, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo implode(', ', $buah); // Apel, Anggur, Jambu

end()

Fungsi end() untuk mengeluarkan nilai terakhir pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo end($buah); // Jambu

in_array()

Fungsi in_array() untuk memeriksa apakah nilai yang dicari ada didalam array atau tidak, hasil yang akan dikembalikan bernilai true bila ada dan false sebaliknya. Berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
var_dump( in_array('Apel', $buah) ); // bool(true)

is_array()

Fungsi is_array() untuk memeriksa apakah suatu variabel bernilai array atau tidak, kalau berupa nilai array maka akan mengembalikan nilai true dan false sebaliknya. Berikut contohnya:

$buah = 'Apel';
var_dump( is_array($buah) ); // bool(false)

array_search()

Fungsi array_search() digunakan untuk mencari kunci pada array berdasarkan nilai yang dicari, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
echo array_search('Apel', $buah); // 0

array_rand()

Fungsi array_rand() untuk mengambil satu atau lebih kunci array secara acak, pada kasus ini saya hanya satu saja. Berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Durian', 'Jeruk', 'Mangga'];
echo $buah[ array_rand($buah) ]; // Mangga

Catatan: Hasil pengeluaran diatas tidak seutuhnya akurat karena nilai kunci acak.

Perhatikan: Jika Anda ingin mengeluarkan lebih dari satu kunci array acak, masukan parameter kedua dengan jumlah yang bisa Anda tentukan contoh array_rand($buah, 2). Tetapi, nilai yang dikembalikan akan berupa array.

array_keys()

Fungsi array_keys() digunakan untuk mengeluarkan kunci array saja, tanpa mengeluarkan nilainya. Berikut contohnya:

$buah = ['nama' => 'Apel', 'harga' => 45000];
var_dump( array_keys($buah) );
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "nama"
  [1]=> string(5) "harga"
}
*/

array_values()

Fungsi array_values() digunakan untuk mengeluarkan nilai array tanpa mengeluarkan kuncinya, berikut contohnya:

$buah = ['nama' => 'Apel', 'harga' => 45000];
var_dump( array_values($buah) );
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> int(45000)
}
*/

array_unique()

Fungsi array_unique() untuk mencegah nilai array terjadi duplikat dan hal ini akan menghapus salah satu nilai duplikat, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Apel', 'Anggur'];
var_dump( array_unique($buah) );
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [2]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_filter()

Fungsi array_filter() juga tidak kali penting untuk menghapus nilai string kosong atau null pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', null, 'Anggur'];
var_dump( array_filter($buah) );
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_pop()

Fungsi array_pop() akan menghapus nilai terakhir pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Mangga'];
array_pop($buah);
var_dump($buah);
/*
array(2) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_shift()

Fungsi array_pop() akan menghapus nilai pertama pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Mangga'];
array_shift($buah);
var_dump($buah);
/*
array(2) {
  [0]=> string(6) "Anggur"
  [1]=> string(6) "Mangga"
}
*/

array_push()

Fungsi array_push() akan menambahkan nilai terakhir pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
array_push($buah, 'Jeruk');
var_dump($buah);
/*
array(3) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> string(6) "Anggur"
  [2]=> string(5) "Jeruk"
}
*/

array_unshift()

Fungsi array_unshift() akan menambahkan nilai pertama pada array, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
array_unshift($buah, 'Jeruk');
var_dump($buah);
/*
array(3) {
  [0]=> string(5) "Jeruk"
  [1]=> string(4) "Apel"
  [2]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_merge()

Fungsi array_merge() menjadikan dua variabel array menjadi satu variabel, berikut conrohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur'];
$sayur = ['Pare', 'Kubis'];
var_dump( array_merge($buah, $sayur) );
/*
array(4) {
  [0]=> string(4) "Apel"
  [1]=> string(6) "Anggur"
  [2]=> string(4) "Pare"
  [3]=> string(5) "Kubis"
}
*/

array_flip()

Fungsi array_flip() akan mengembalikan kunci menjadi nilai dan nilai menjadi kunci array, suatu saat Anda akan membutuhkan fungsi ini dalam beberapa kasus. Berikut contohnya:

$buah = [
    'kode' => 'b10',
    'nama' => 'Apel'
];
var_dump( array_flip($buah) );
/*
array(2) {
  ["b10"]=> string(4) "kode"
  ["Apel"]=> string(4) "nama"
}
*/

array_replace()

Fungsi array_replace() akan menganti nilai array pada nilai sebelumnya, Anda bisa memanfaatkan fungsi ini untuk memodifikasi nilai array. Berikut contohnya:

$buah = [
    'kode' => 'b10',
    'nama' => 'Apel'
];
$gantiApel = ['nama' => 'Durian'];
var_dump( array_replace($buah, $gantiApel) );
/*
array(2) {
  ["kode"]=>
  string(3) "b10"
  ["nama"]=>
  string(6) "Durian"
}
*/

array_chunk()

Fungsi array_chunk() akan membagi array menjadi beberapa bagian yang bisa disesuaikan jumlah bagiannya, berikut contohnya:

$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Durian'];
var_dump( array_chunk($buah, 2) );
/*
array(2) {
  [0]=> array(2) {
    [0]=> string(4) "Apel"
    [1]=> string(6) "Anggur"
  }
  [1]=> array(1) {
    [0]=> string(6) "Durian"
  }
}
*/

array_column()

Fungsi array_column() akan mengembalikan beberapa bagian array menjadi satu array, berikut contohnya:

$buah = [
    [
        'kode' => 'b10',
        'nama' => 'Apel'
    ],
    [
        'kode' => 'b12',
        'nama' => 'Anggur'
    ]
];
var_dump( array_column($buah, 'nama', 'kode') );
/*
array(2) {
  ["b10"]=> string(4) "Apel"
  ["b12"]=> string(6) "Anggur"
}
*/

array_combine()

Fungsi array_combine() membuat array dengan membuat satu array kunci dan nilai menjadikan satu variabel array, berikut contohnya:

$kunci = ['kode', 'nama'];
$nilai = ['b10', 'Apel'];
var_dump(array_combine($kunci, $nilai));
/*
array(2) {
  ["kode"]=> string(3) "b10"
  ["nama"]=> string(4) "Apel"
}
*/

Rabu, 10 November 2021

CONTOH ELEMENT DALAM FORM PHP

 ELEMENT ELEMENT DI FORM PHP

Elemen <input>

contoh : <input type="text" id="fname" name="fname">

Elemen <label>

contoh : <label for="fname">First name:</label>

Elemen <select>

contoh : <select id="cars" name="cars">
  <option value="volvo">Volvo</option>
  <option value="saab">Saab</option>
  <option value="fiat">Fiat</option>
  <option value="audi">Audi</option>
</select>

Elemen <textarea>

contoh : <textarea name="message" rows="10" cols="30">
The cat was playing in the garden.
</textarea>

Elemen <button>


contoh : <button type="button" onclick="alert('Hello World!')">Click Me!</button>


Minggu, 24 Oktober 2021

TIPE DATA PHP

  tipe data dasar di php

String

    Tipe data string adalah tipe data yang berbentuk text dan untuk cara penulisan tipe data string di letakkan di tengah-tengah tanda petik. di awali dengan tanda petik dan di akhiri dengan tanda petik juga. Berikut ini adalah contoh penulisan tipe data string di PHP. contoh :

Pada contoh tipe data string di bawah kita misalkan terdapat sebuah variabel dengan nama tes yang berisi kalimat “Usia Saya Sekarang 23 Tahun”. Walaupun ada angka/integer didalam tanda petik tersebut, tipe data variabel itu tetap saja string. Maka, variabel tes tersebut merupakan variabel yang bertipe data string.


<?php
$tes = "Usia Saya Sekarang 23 Tahun";
// variabel tes di atas merupakan tipe data string karena berisi text atau kalimat.
?>

Integer

Tipe data integer adalah tipe data yang berbentuk angka yang berbentuk bilangan asli atau bilangan bulat. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya pada tipe data string, untuk penulisan tipe data integer tidak perlu menambahkan tanda petik, karena akan dibaca sebagai string jika Anda menambahkan tanda petik pada tipe data integer. Berikut ini adalah contoh penulisan tipe data integer pada PHP.

<?php
$bilangan_pertama = 12;
$bilangan_kedua = 78;
//Kedua variabel di atas merupakan variabel yang bertipe data integer.
?>

Boolean

Tipe data boolean adalah tipe data yang hanya memiliki dua buah value atau isi. yaitu true dan false, atau 0 dan 1True yang di sebut dengan 1 dan false di sebut 0. Tipe data boolean sering di gunakan untuk memeriksa ketersediaan atau memeriksa nilai kebenaran pada sebuah data. Berikut ini adalah cara penulisan variabel yang bertipe data boolean. contoh :

<?php
$x = true;
$y = false;
echo $x; //Hasil: 1
echo "<br>";
echo $y; //Tidak ada hasil yang ditampilkan
?>

Array

Array adalah sebuah tipe data yang menyimpan banyak isi di dalam sebuah variabelArray seperti sebuah tas yang di dalamnya bisa saja berisi pulpen, buku, penggaris dan lainnya. Isi dari pada variabel array di tandai dengan masing-masing angka yang sudah di terapkan menurut urutannya. Berikut adalah contoh penulisan variabel yang bertipe data array. Pada series selanjutnya kita akan membahas lebih dalam jenis-jenis array berserta cara penggunaannya pada PHP. contoh :


<?php
// membuat array
$tas = array('Pulpen','Buku Tulis','Penggaris');
// menampilkan isi array
echo $tas[0]."<br>";
echo $tas[1]."<br>";
echo $tas[2]."<br>";
?>


Float

Tipe data float atau di sebut juga tipe data double adalah tipe data yang berisi bilangan desimal. Cara penulisannya hampir sama dengan tipe data integer karena tidak memerlukan tanda petik di awal dan di akhir isi variabel float. Berikut ini adalah contoh penulisan variabel yang bertipe data float pada PHP.


<?php
$angka = 12.177;
//variabel di atas adalah variabel yang bertipe data float karena berisi bilangan desimal.
?>