MEMANIPULASI ARRAY PADA PHP
count()
Fungsi count() digunakan untuk menghitung jumlah array secara keseluruhan, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo count($buah) // 3
implode()
Fungsi implode() ialah menjadikan nilai array menjadi string, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo implode(', ', $buah); // Apel, Anggur, Jambu
end()
Fungsi end() untuk mengeluarkan nilai terakhir pada array, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Jambu'];
echo end($buah); // Jambu
in_array()
Fungsi in_array() untuk memeriksa apakah nilai yang dicari ada didalam array atau tidak, hasil yang akan dikembalikan bernilai true bila ada dan false sebaliknya. Berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur'];
var_dump( in_array('Apel', $buah) ); // bool(true)
is_array()
Fungsi is_array() untuk memeriksa apakah suatu variabel bernilai array atau tidak, kalau berupa nilai array maka akan mengembalikan nilai true dan false sebaliknya. Berikut contohnya:
$buah = 'Apel';
var_dump( is_array($buah) ); // bool(false)
array_search()
Fungsi array_search() digunakan untuk mencari kunci pada array berdasarkan nilai yang dicari, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur'];
echo array_search('Apel', $buah); // 0
array_rand()
Fungsi array_rand() untuk mengambil satu atau lebih kunci array secara acak, pada kasus ini saya hanya satu saja. Berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Durian', 'Jeruk', 'Mangga'];
echo $buah[ array_rand($buah) ]; // Mangga
Catatan: Hasil pengeluaran diatas tidak seutuhnya akurat karena nilai kunci acak.
Perhatikan: Jika Anda ingin mengeluarkan lebih dari satu kunci array acak, masukan parameter kedua dengan jumlah yang bisa Anda tentukan contoh
array_rand($buah, 2). Tetapi, nilai yang dikembalikan akan berupa array.
array_keys()
Fungsi array_keys() digunakan untuk mengeluarkan kunci array saja, tanpa mengeluarkan nilainya. Berikut contohnya:
$buah = ['nama' => 'Apel', 'harga' => 45000];
var_dump( array_keys($buah) );
/*
array(2) {
[0]=> string(4) "nama"
[1]=> string(5) "harga"
}
*/
array_values()
Fungsi array_values() digunakan untuk mengeluarkan nilai array tanpa mengeluarkan kuncinya, berikut contohnya:
$buah = ['nama' => 'Apel', 'harga' => 45000];
var_dump( array_values($buah) );
/*
array(2) {
[0]=> string(4) "Apel"
[1]=> int(45000)
}
*/
array_unique()
Fungsi array_unique() untuk mencegah nilai array terjadi duplikat dan hal ini akan menghapus salah satu nilai duplikat, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Apel', 'Anggur'];
var_dump( array_unique($buah) );
/*
array(2) {
[0]=> string(4) "Apel"
[2]=> string(6) "Anggur"
}
*/
array_filter()
Fungsi array_filter() juga tidak kali penting untuk menghapus nilai string kosong atau null pada array, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', null, 'Anggur'];
var_dump( array_filter($buah) );
/*
array(2) {
[0]=> string(4) "Apel"
[1]=> string(6) "Anggur"
}
*/
array_pop()
Fungsi array_pop() akan menghapus nilai terakhir pada array, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Mangga'];
array_pop($buah);
var_dump($buah);
/*
array(2) {
[0]=> string(4) "Apel"
[1]=> string(6) "Anggur"
}
*/
array_shift()
Fungsi array_pop() akan menghapus nilai pertama pada array, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Mangga'];
array_shift($buah);
var_dump($buah);
/*
array(2) {
[0]=> string(6) "Anggur"
[1]=> string(6) "Mangga"
}
*/
array_push()
Fungsi array_push() akan menambahkan nilai terakhir pada array, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur'];
array_push($buah, 'Jeruk');
var_dump($buah);
/*
array(3) {
[0]=> string(4) "Apel"
[1]=> string(6) "Anggur"
[2]=> string(5) "Jeruk"
}
*/
array_unshift()
Fungsi array_unshift() akan menambahkan nilai pertama pada array, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur'];
array_unshift($buah, 'Jeruk');
var_dump($buah);
/*
array(3) {
[0]=> string(5) "Jeruk"
[1]=> string(4) "Apel"
[2]=> string(6) "Anggur"
}
*/
array_merge()
Fungsi array_merge() menjadikan dua variabel array menjadi satu variabel, berikut conrohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur'];
$sayur = ['Pare', 'Kubis'];
var_dump( array_merge($buah, $sayur) );
/*
array(4) {
[0]=> string(4) "Apel"
[1]=> string(6) "Anggur"
[2]=> string(4) "Pare"
[3]=> string(5) "Kubis"
}
*/
array_flip()
Fungsi array_flip() akan mengembalikan kunci menjadi nilai dan nilai menjadi kunci array, suatu saat Anda akan membutuhkan fungsi ini dalam beberapa kasus. Berikut contohnya:
$buah = [
'kode' => 'b10',
'nama' => 'Apel'
];
var_dump( array_flip($buah) );
/*
array(2) {
["b10"]=> string(4) "kode"
["Apel"]=> string(4) "nama"
}
*/
array_replace()
Fungsi array_replace() akan menganti nilai array pada nilai sebelumnya, Anda bisa memanfaatkan fungsi ini untuk memodifikasi nilai array. Berikut contohnya:
$buah = [
'kode' => 'b10',
'nama' => 'Apel'
];
$gantiApel = ['nama' => 'Durian'];
var_dump( array_replace($buah, $gantiApel) );
/*
array(2) {
["kode"]=>
string(3) "b10"
["nama"]=>
string(6) "Durian"
}
*/
array_chunk()
Fungsi array_chunk() akan membagi array menjadi beberapa bagian yang bisa disesuaikan jumlah bagiannya, berikut contohnya:
$buah = ['Apel', 'Anggur', 'Durian'];
var_dump( array_chunk($buah, 2) );
/*
array(2) {
[0]=> array(2) {
[0]=> string(4) "Apel"
[1]=> string(6) "Anggur"
}
[1]=> array(1) {
[0]=> string(6) "Durian"
}
}
*/
array_column()
Fungsi array_column() akan mengembalikan beberapa bagian array menjadi satu array, berikut contohnya:
$buah = [
[
'kode' => 'b10',
'nama' => 'Apel'
],
[
'kode' => 'b12',
'nama' => 'Anggur'
]
];
var_dump( array_column($buah, 'nama', 'kode') );
/*
array(2) {
["b10"]=> string(4) "Apel"
["b12"]=> string(6) "Anggur"
}
*/
array_combine()
Fungsi array_combine() membuat array dengan membuat satu array kunci dan nilai menjadikan satu variabel array, berikut contohnya:
$kunci = ['kode', 'nama'];
$nilai = ['b10', 'Apel'];
var_dump(array_combine($kunci, $nilai));
/*
array(2) {
["kode"]=> string(3) "b10"
["nama"]=> string(4) "Apel"
}
*/